Belajar Bahasa Jepang 1
Kosa Kata :
watashi (saya)
anata (kamu)
kanojo (dia perempuan)
kare (dia laki2)
kono enpitsu (pensil ini)
gakusei (siswa)
byooki (sakit)
isha (dokter)
hitotsu (satu buah)
dare (siapa)
Tata Bahasa :
" ~ wa ~ desu "
Untuk menguasai bahasa Jepang, pertama kali yang harus kita pahami adalah :
1.
Apakah kalimat mempunya kata kerja atau tidak, kalau
punya, maka kata kerja dalam bahasa Jepang selalu diletakkan di akhir
kalimat. kalau tidak ada kata kerjanya, maka kalimat akan diakhiri '
desu'
Contoh kalimat yang tidak mempunya kata kerja (untuk mempermudah, dicampur dengan bahasa Indonesia dulu)
1. Saya siswa
desu
2. Dia(laki2) sakit
desu
Kedua kalimat tidak ada kata kerjanya, maka diakhiri
desu. Kata
desu tidak ada artinya dalam bahasa Indoensia.
2.
Pahami bahwa setelah subjek selalu diikuti ' wa '. Subjek bisa berupa
topik kalimat atau
pokok kalimat.Contoh :
1. Saya
wa siswa
desu
2. Dia(laki2)
wa sakit
desu
Kata '
saya' dan '
dia' adalah
subjek, maka diikuti '
wa ' yang dalam tata bahasa Jepang sering disebut
partikel. Partikel tidak memiliki arti, tapi kadang2 mirip dengan kata '
adalah '.
Kedua kalimat diatas, jika di-Jepang-kan menjadi :
1. Watashi wa gakusei desu
2. Kare wa byooki desu
Contoh lain :
1. Anata wa isha desu
(Kamu dokter)
2. Kanojo wa Deva san desu
(Dia(perempuan) nona Deva)
3. Kono enpitsu wa hitotsu desu
(Pensil ini satu buah)
Jika ingin dirubah menjadi kalimat negatif, kata '
desu ' diganti dengan '
ja arimasen '
Contoh :
1. Anata wa isha
ja arimasen
(Kamu
bukan dokter)
2. Kono enpitsu wa hitotsu
ja arimasen
(Pensil ini
bukan satu buah)
3. Kare wa byooki
ja arimasen
(Dia
tidak sakit)
Namun, jika ingin membentuk kalimat tanya, maka di akhir kalimat ditambah '
ka '
Contoh :
1. Anata wa gakusei desu ka ?
(Apakah kamu siswa?)
2. Kare wa byooki desu ka ?
(Apakah dia sakit?)
3. Kanojo wa dare desu ka ?
(Dia siapa?)
4. Anata wa isha ja arimasen ka ?
(Apakah kamu bukan dokter?)