Cara Pandang Positife

Menyadari masalah serta mengenali pemecahanya . . . . .

YUI

Mengetahui kesulitan dan yakin bahwa kesulitan itu dapat di atasi

YUI

Melihat yang negatif tapi menekankan yang positife

YUI

Menghadapi yang terburuk tapi mengharapkan yang terbaik

YUI

Mempunyai alasan untuk menggerutu tetapi memilih untuk tersenyum

About

Tampilkan postingan dengan label Belajar Bahasa Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Bahasa Jepang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Juni 2012

Aplikasi Belajar bhs jepang lewat Hp

Kemarin nemu file menarik untuk yg ingin belajar bhs jepang dapat langsung lewat hp :
aplikasi yg mesti ada di hp qu ... .....
lumayan berguna untuk latihan menghafal huruf2 jepang dari hiragana ,katakan ,bahkan kanji pun ada
Penggunaan aplikasi ini cukup menarik seperti bermain game sambil menghafal huruf2 jepang yg cukup banyak    

Silahkan di download di bawah ini :

Hiragana

Katakana

Kanji


Kanji Training

English-indonesia


Jumat, 22 Juni 2012

Belajar Bahasa Jepang 4

KATA TUNJUK TEMPAT
KOKO, SOKO, ASOKO
KOCHIRA, SOCHIRA, ACHIRA

Kosa Kata :

ie (rumah)
heya (kamar)
niwa (halaman)
ima (ruang tamu)
daidokoro (dapur)
otearai (kamar kecil)
kooen (taman)
resutoran (restoran)
koojoo (pabrik)
gakkoo ( sekolah)
daigaku (kampus)
toshokan (perpustakaan)
ginkoo (bank)
yuubinkyoku (kantor pos)
byooin (rumah sakit)
kaisha (perusahaan)
jimusho (perkantoran)
jimushitsu (ruang kantor)


koko : (di) sini
soko : (di) situ
asoko : (di) sana

kochira : (ke) sini
sochira : (ke) situ
achira : (ke) sana


Koko, soko, dan asoko adalah kata tunjuk untuk menunjukkan tempat atau letak sebuah benda, sedangkan kochira, sochira, dan achira, umumnya digunakan bukan hanya untuk menunjukkan tempat, tetapi juga arah. Kochira, sochira, dan achira bisa pula sebagai bentuk kata tunjuk sopan dari koko, soko, dan asoko.

Penggunaan kata tunjuk seperti diatas sama dengan kata tunjuk benda kore, sore, dan are pada "Session 2" sebelumnya.

Contoh 1 :

A = Hon wa doko desu ka. (Buku di mana?)
B = Hon wa asoko desu. (Buku di sana.)

Contoh 2 :

Watashi no ie wa koko desu. (Rumah saya di sini.)

Contoh 3 :

Soko wa toire desu ka. (Apakah di situ toilet?)

Pada Contoh 1, B menjawab asoko karena benda yang ditunjunkkan jauh dari A dan B. Contoh 2 mengilustrasikan bahwa pembicara, yaitu watashi, menunjukkan rumahnya, misalnya menggunakan peta atau foto. Sebaliknya, Contoh 3 menggambarkan bahwa letak "toilet" lebih dekat dengan orang yang diajak bicara. Oleh karena itu, pembicara menggunakan kata tunjuk tempat soko.

Belajar Bahasa Jepang 3

KATA TUNJUK BENDA
KONO, SONO, ANO

Kosa Kata :
ashi (kaki)
okane (uang)
tokei (jam)
booshi (topi)
kagi (kunci)
keitai denwa (telpon genggam)
tegami (surat)
omocha (mainan)
kutsu (sepatu)
sandaru (sandal)
megane (kacamata)
nekutai (dasi)
yoofuku (pakaian)
shatsu (kemeja)
hito (orang)


Kata kono, sono, dan ano artinya sama dengan kore, sore, dan are, hanya berbeda dalam penggunaannya.

Dalam bahasa jepang, bila ingin mengatakan "Ini buku", maka akan berbeda dengan frase "Buku ini".

Contoh :

1. Ini buku = Kore hon desu
2. Buku ini... = Kono hon wa...

Kalimat (1) sebagai sebuah kalimat yang terdiri atas subjek (kore) dan predikat (hon), sedangkan contoh (2) merupakan frase yang terdiri atas "buku" dan "ini" sebagai kata tunjuk.

Perhatikan contoh lengkapnya berikut :

1. Kore wa hon desu. (Ini buku)

2. Kono hon wa watashi no desu. (Buku ini punya saya)

3. Sore wa kaban desu. (Itu tas)

4. Sono kaban wa dare no desu ka. (Tas itu punya siapa?)

5. Are wa jidoosha desu ka. (Apakah itu mobil?)

6. Ano jidoosha wa Nihon no jidoosha desu ka. (Apakah mobil itu mobil Jepang?)


Dalam contoh2 tersebut terdapat kata "No". "No" ada partikel (penanda) untuk menyatakan :

1. "No" berarti kepunyaan. Susunannya terbalik, yaitu di belakang kata gantinya.

Watashi no = punya saya
Anata no = punya kamu
Kanojo no = punya dia (perempuan)
Sensei no = punya Pak Guru

Demekian pula, susunannya dalam contoh kalimat berikut :

Watashi no hon = buku (punya) saya
Anata no kaban = tas (punya) kamu
Kare no enpitsu = Pensil (punya) dia(laki2)


2. "No" bisa mengandung nuansa makna "dari" atau "berasal". Letaknya di antara kata benda atau kata tempat, tidak bisa diikuti (mengikuti) kata kerja, misalnya "datang dari..." (Ini tidak bisa). Perhatikan contoh berikut :

Unpad no gakusei = Mahasiswa (dari) Unpad
Nihon no jidoosha = Mobil (dari) Jepang


3. "No" mengandung nuansa makna sebagai "bagian dari". Contoh :

Tsukue no ashi = kaki meja
Kyooshitsu no isu = kursi kelas
Ie no niwa = halaman rumah
Jidoosha no taiya = ban mobil

Ashi (kaki) bagian dari tsukue (meja)
Isu (kursi) bagian dari kyopshitsu (kelas)
Niwa (halaman) bagian dari ie (rumah)
Taiya (ban) bagian dari jidoosha (mobil)

Begitulah pemakaian dan makna dari kata "No". Kita kembali ke "kono, sono, ano".

Jadi, kalau kita ingin mengatakan buku ini, maka tidak bisa hon kore atau hon kono (seperti bahasa jawa yach.!). Frase yang betul adalah kono hon, bukan kore hon.

Perhatikan contoh-contoh berikut :

1. Ano hito wa watashi no sensei desu.
(Orang itu dosen saya.)

2. Sono kaban wa dare no desu ka.
(Tas itu punya siapa?)

3. Kono tokei wa otoosan no desu.
(Jam ini punya ayah.)

4. Sono tegami wa imooto no desu.
(Surat itu punya adik.)

5. Ano keitai denwa wa sensei no desu.
(Telepon genggam itu punya Pak Guru.)

Ingat..!!

BUKU INI.. menjadi KONO HON..

kalau INI BUKU menjadi KORE WA HON DESU.

Belajar Bahasa Jepang 2

                             Belajar Bahasa Jepang 2


KATA TUNJUK BENDA :
   ( KORE, SORE, ARE)
atau disingkat aj : KOSOA

Kosa Kata :

hon (buku)
kaban (tas)
enpitsu (pensil)
keshigomu (penghapus)
kami (kertas)
tsukue (meja)
isu (kursi
jisho (kamus)
pen (bolpoin/pulpen)
zasshi (majalah)
shinbun (koran)
jitensha (sepeda)
jidoosha (mobil)
nan (apa)
megane (kacamata)

Dalam bahasa Jepang, kata untuk menunjukkan benda ada tiga cara, yaitu :

kore (ini) -> untuk menunjukkan benda yang dekat dengan pembicara
sore (itu) -> untuk menunjukkan benda yang jauh dari si pembicara, tapi dekat dengan lawan bicara
are (itu) -> untuk menunjukkan benda yang jauh dari si pembicara maupun lawan bicara

Contoh :
1. Kore wa kaban desu. (Ini tas)
2. Sore wa shinbun desu ka. (Apakah itu koran?)
3. Are wa nan desu ka. (itu apa?)


Jadi, jangan salah jika kita ingin menunjuk suatu benda. Karena ada tata bahasanya.

Belajar Bahasa Jepang 1

Belajar Bahasa Jepang 1


Kosa Kata :

watashi (saya)
anata (kamu)
kanojo (dia perempuan)
kare (dia laki2)
kono enpitsu (pensil ini)
gakusei (siswa)
byooki (sakit)
isha (dokter)
hitotsu (satu buah)
dare (siapa)

Tata Bahasa :

" ~ wa ~ desu "

Untuk menguasai bahasa Jepang, pertama kali yang harus kita pahami adalah :

1. Apakah kalimat mempunya kata kerja atau tidak, kalau punya, maka kata kerja dalam bahasa Jepang selalu diletakkan di akhir kalimat. kalau tidak ada kata kerjanya, maka kalimat akan diakhiri 'desu'

Contoh kalimat yang tidak mempunya kata kerja (untuk mempermudah, dicampur dengan bahasa Indonesia dulu)

1. Saya siswa desu
2.
Dia(laki2) sakit desu

Kedua kalimat tidak ada kata kerjanya, maka diakhiri desu. Kata desu tidak ada artinya dalam bahasa Indoensia.

2. Pahami bahwa setelah subjek selalu diikuti ' wa '. Subjek bisa berupa topik kalimat atau pokok kalimat.Contoh :
1. Saya wa siswa desu
2. Dia(laki2) wa sakit desu

Kata 'saya' dan 'dia' adalah subjek, maka diikuti ' wa ' yang dalam tata bahasa Jepang sering disebut partikel. Partikel tidak memiliki arti, tapi kadang2 mirip dengan kata ' adalah '.

Kedua kalimat diatas, jika di-Jepang-kan menjadi :

1. Watashi wa gakusei desu
2. Kare wa byooki desu
Contoh lain :

1. Anata wa isha desu
(Kamu dokter)

2. Kanojo wa Deva san desu
(Dia(perempuan) nona Deva)

3. Kono enpitsu wa hitotsu desu
(Pensil ini satu buah)

Jika ingin dirubah menjadi kalimat negatif, kata ' desu ' diganti dengan ' ja arimasen '

Contoh :

1. Anata wa isha ja arimasen
(Kamu bukan dokter)

2. Kono enpitsu wa hitotsu ja arimasen
(Pensil ini bukan satu buah)

3. Kare wa byooki ja arimasen
(Dia tidak sakit)


Namun, jika ingin membentuk kalimat tanya, maka di akhir kalimat ditambah ' ka '

Contoh :

1. Anata wa gakusei desu ka ?
(Apakah kamu siswa?)

2. Kare wa byooki desu ka ?
(Apakah dia sakit?)

3. Kanojo wa dare desu ka ?
(Dia siapa?)

4. Anata wa isha ja arimasen ka ?
(Apakah kamu bukan dokter?)

Plesetan bhs jepang


 Plesetan Bahasa Jepang



  • Pencopet : Kuraba Sakumu
  • Calo: Sayabisa Urusi
  • Penari di tempat hiburan : Nikita Sukanar
  • Cewek penghibur : Samakami Sampepagi
  • Sales door to door :Takasi Kamucoba
  • Rumah kontrakan : Kosewa Rumaku
  • Tawar-menawar harga : Kitakasi Murasaja
  • Pemabuk :Minumi Kabeh
  • Cewek penggoda : Itumu Akuraba
  • Kasir : Yukasi Kitaterima
  • Preman : Akusu kaTakuti
  • Tukang Makeup : Mukamu Sayabe daki
  • Tukang Cukur : Sini Takupotongi
  • Pengangguran : Takada Gaji
  • Foto Model : Aigaya Sanasini
  • Model Porno : Kitabuka Kamupoto
  • Pengawas Pajak : Yukira Kitaawasi
  • 36 B : Aisuka Susumu
  • Dokter Penyakit Kelamin : Kuo bati Anumu
  • Tukang Cuci : Kusa buni Itunoda
  • Tukang Sate : Satemura Hallalne
  • Penjual Keramik : Disini Adaguchi
  • Artis Cilik : Masimuda Masutipi


From Forum

Senin, 04 Juni 2012

Software untuk Belajar bhs Jepang ( にほんご べんきゅします )

Human Japanese : software yang berfungsi untuk membanttu anda dalam belajar bahasa jepang. Cocok buat yg ingin belajar bhs Jepang dari dasar Hiragana Katakana. 
.
Cara Penulisan yg benar dan dilengkapi lebih dari 1800 rekaman kata-kata kosa kata dan contoh kalimat, fasilitas instan search kata dan istilah tata bahasa, puluhan game dan kuis, dan disertai dengan suara.

Contoh sreenshoot yg kuambil buat walpaper HP ku, supaya mempermudah untuk menghapalkan
menarikkan
Link Download : Human Japanese 2.0